Para ulama telah menulis banyak kitab untuk menjelaskan mengenai kewajiban dan hak para guru dan siswa, serta sifat-sifat yang harus dimiliki oleh keduanya dalam proses belajar mengajar. An Nimari Al Qurthubiy misalnya telah menulis dalam kitabnya Jami’ bayaanil ‘ilmi wa fadhlih mengenai perilaku guru dan siswanya, begitu pula Imam Al Ghazali dalam kitab Fatihatul ‘Ulum dan Ihya Ulumuddin menjelaskan tentang sifat-sifat kesucian, penghormatan, dan menempatkan guru langsung berada setelah kedudukan para nabi.
Rasulullah saw. bersabda: “Tinta para ulama lebih baik dari darahnya para syuhada”. Begitu pula seorang penyair Arab, Syauqiy bek mengakui pula tentang nilai seorang guru dengan pernyataannya: “Berdiri dan hormati guru dan berilah ia penghargaan, seorang guru itu hampir saja merupakan seorang rasul”.
Guru merupakan spiritual father bagi siswanya. Hal ini disebabkan guru memberikan bimbingan jiwa siswanya dengan ilmu, mendidik dan meluruskan akhlaknya. Menghormati guru berarti penghormatan terhadap anak-anak kita, menghargai guru berarti penghargaan terhadap anak-anak kita. Dengan guru itulah mereka hidup dan berkembang. Bahkan Abu Dardaa melukiskan hubungan guru dan murid itu sebagai pertemanan dalam kebaikan dan tanpa keduanya maka tidak ada kebaikan.
Terdapat sebuah perbandingan, pada abad pertengahan seorang guru di sekolah-sekolah Barat telah diperlakukan dengan sifat keras dan kasar. Ia harus bersumpah di hadapan dekan untuk taat pada atasan, menjalani peraturan-peraturan yang dibuat universitas, bersedia dianggap tidak datang serta membayar denda dalam jumlah tertentu jika perkuliahannya tidak dihadiri oleh 5 orang mahasiswa. Selanjutnya mahasiswa pun diwajibkan untuk melaporkan jika guru/dosennya tidak hadir tanpa izin.
Sementara pada masa yang sama para dosen di sekolah/institut Islam mendapat perlakuan yang baik, disucikan, dihargai, dilayani dengan penuh penghormatan. Ia mendapatkan kedudukan mulia dan kebebasan dalam mengajar, dalam memilih subjek dan waktu untuk memberikan kuliah, serta jumlah jam kuliah yang menjadi kewajibannya. Dan sekarang, bagaimana posisi guru-guru kita?
http://pendidikan-islam.com/guru-dalam-sistem-pendidikan-islam.html#more-65
Thursday, March 4, 2010
BAGAIMANA SIFAT GURU YANG DIHARAPKAN DIDALAM PENDIDIKAN ISLAM
Dalam Islam, kedudukan seorang guru sangatlah mulia. Dan oleh karena itu pula sudah selayaknya seorang guru juga menjaga kemuliaan dirinya. Ada beberapa sifat yang harapannya bisa menjadi sifat bagi semua guru.
1.Zuhud dalam arti tidak mengutamakan materi, dan mengajar karena mencari keridlaan Allah semata. Berkaitan dengan inilah maka kewajiban negara untuk memberikan penghidupan yang layak bagi para guru dengan seluruh fasilitas kehidupan yang memadai.
2.Kebersihan guru harus senantiasa dijaga. Artinya seorang guru harus bersih tubuhnya, jauh dari perbuatan maksiat, dosa, dan kesalahan. Bersih jiwanya, terhindar dari dosa besar, sifat riya’, dengki, permusuhan, perselisihan dan sifat-sifat lain yang tercela. Rasulullah saw. bersabda: “Rusaknya umatku karena dua macam manusia, yaitu seorang alim yang durjana dan seorang shaleh yang jahil, orang yang paling baik adalah ulama yang baik dan orang yang paling jahat adalah orang-orang yang bodoh”
3.Ikhlash dalam pekerjaan. Keikhlasan dan kejujuran merupakan kunci bagi keberhasilan seorang guru dalam menjalankan tuganya. Ikhlas artinya sesuai antara perkataan dan perbuatan, melakukan apa yang ia katakan dan tidak malu untuk menyatakan ketidaktahuan. Seorang alim adalah orang yang selalu merasa harus menambah ilmunya dan menempatkan dirinya sebagai pelajar untuk mencari hakikat, di samping itu ia ikhlas terhadap murid dan menjaga waktunya. Tidak ada halangan seorang guru belajar dari muridnya, karena seorang guru dalam pendidikan Islam adalah seorang yang rendah hati, bijaksana, tegas dalam kata dan perbuatan, lemah lembut tanpa memperlihatkan kelemahan, keras tanpa memperlihatkan kekasaran.
4.Pemaaf. Ia sanggup untuk menahan kemarahan, menahan diri, lapang hati, sabar, dan tidak pemarah.
5.Seorang guru merupakan bapak/ibu, saudara, dan sahabat sebelum ia menjadi guru
6.Seorang guru harus mengetahui tabiat murid
7.Menguasai materi pelajarannya.
8.Kreatif dalam memberikan pengajaran kepada siswanya, sehingga siswa mudah dalam menerima transfer pemikiran yang diberikan.
9.Harus menaruh kasih sayang terhadap murid dan memperhatikan mereka seperti terhadap anak sendiri.
10.Memberikan nasihat kepada murid dalam setiap kesempatan.
11.Mencegah murid dari akhlak yang tidak baik dengan jalan sindiran, terus terang, halus dengan tidak mencela.
12.Guru harus memperhatikan tingkat kecerdasan muridnya dan berbicara dengan mereka dengan kadar akalnya, termasuk di dalamnya berbicara dengan bahasa mereka.
13.Tidak menimbulkan kebencian pada murid terhadap suatu cabang ilmu yang lain.
14.Guru harus mengamalkan ilmu dan selarasnya kata dengan perilaku.
1.Zuhud dalam arti tidak mengutamakan materi, dan mengajar karena mencari keridlaan Allah semata. Berkaitan dengan inilah maka kewajiban negara untuk memberikan penghidupan yang layak bagi para guru dengan seluruh fasilitas kehidupan yang memadai.
2.Kebersihan guru harus senantiasa dijaga. Artinya seorang guru harus bersih tubuhnya, jauh dari perbuatan maksiat, dosa, dan kesalahan. Bersih jiwanya, terhindar dari dosa besar, sifat riya’, dengki, permusuhan, perselisihan dan sifat-sifat lain yang tercela. Rasulullah saw. bersabda: “Rusaknya umatku karena dua macam manusia, yaitu seorang alim yang durjana dan seorang shaleh yang jahil, orang yang paling baik adalah ulama yang baik dan orang yang paling jahat adalah orang-orang yang bodoh”
3.Ikhlash dalam pekerjaan. Keikhlasan dan kejujuran merupakan kunci bagi keberhasilan seorang guru dalam menjalankan tuganya. Ikhlas artinya sesuai antara perkataan dan perbuatan, melakukan apa yang ia katakan dan tidak malu untuk menyatakan ketidaktahuan. Seorang alim adalah orang yang selalu merasa harus menambah ilmunya dan menempatkan dirinya sebagai pelajar untuk mencari hakikat, di samping itu ia ikhlas terhadap murid dan menjaga waktunya. Tidak ada halangan seorang guru belajar dari muridnya, karena seorang guru dalam pendidikan Islam adalah seorang yang rendah hati, bijaksana, tegas dalam kata dan perbuatan, lemah lembut tanpa memperlihatkan kelemahan, keras tanpa memperlihatkan kekasaran.
4.Pemaaf. Ia sanggup untuk menahan kemarahan, menahan diri, lapang hati, sabar, dan tidak pemarah.
5.Seorang guru merupakan bapak/ibu, saudara, dan sahabat sebelum ia menjadi guru
6.Seorang guru harus mengetahui tabiat murid
7.Menguasai materi pelajarannya.
8.Kreatif dalam memberikan pengajaran kepada siswanya, sehingga siswa mudah dalam menerima transfer pemikiran yang diberikan.
9.Harus menaruh kasih sayang terhadap murid dan memperhatikan mereka seperti terhadap anak sendiri.
10.Memberikan nasihat kepada murid dalam setiap kesempatan.
11.Mencegah murid dari akhlak yang tidak baik dengan jalan sindiran, terus terang, halus dengan tidak mencela.
12.Guru harus memperhatikan tingkat kecerdasan muridnya dan berbicara dengan mereka dengan kadar akalnya, termasuk di dalamnya berbicara dengan bahasa mereka.
13.Tidak menimbulkan kebencian pada murid terhadap suatu cabang ilmu yang lain.
14.Guru harus mengamalkan ilmu dan selarasnya kata dengan perilaku.
Friday, January 22, 2010
sila beri komen blog saya
Guru dibebani dengan tugas yang banyak dan jadual yang padat.. Apakah kesan terhadap P&P
Saturday, January 16, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)

